This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Juli 2016

a Gift of Hope

Senja di akhir bulan Ramadhan terasa ramai dan seru, suasana ceria terasa di Applebee’s Grill and Bar, Plaza Senayan, dengan hadirnya banyak anak yatim piatu untuk berbuka bersama. Mereka hadir atas undangan Applebee’s bekerjasama dengan Yulie Nasution Grillon & Soroptimist International DKI Jakarta dalam penutupan bazar sekaligus santunan anak yatim piatu dari Yayasan Nurul Iman Jafariyah. 

Jumat, 1 Juli 2016, bertempat di Applebee’s Plaza Senayan, penutupan bazar untuk penggalangan dana santunan yatim piatu. Dengan tema, “A Gift Of Hope,” yang berarti pemberian berkah kepada anak-anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian dan berkah.

  
Acara “A Gift Of Hope” bertujuan untuk mengetuk hati para dermawan ibukota untuk lebih peduli kepada anak-anak yang butuh perhatian dan kasih dari kita yang mempunyai “lebih.” Tamu undangan pun terdiri dari berbagai kalangan komunitas high end dan punya peran berarti di ibukota Jakarta, di antaranya istri-istri dari beberapa kedutaan besar, ibu Happy Djarot Saiful Hidayat,  perkumpulan socialita, dan beberapa selebriti ibukota.

Yulie Nasution Grillon adalah seorang painting artist speciality water colour/aquarel, Madame Yulie Nasution Grillon adalah pemilik Yulindra Gallery yang sudah berdiri +/- 12 tahun dan Yudacitra Kelas Melukis Anak sejak +/- 17 tahun yll. Yulie juga merupakan anggota dari Indonesian Water Colour Society (IWS) dan Asean Water Colour Confederation (AWC).



Bazar  yang dimulai pada tanggal 30 Juni sampai 1 Juli 2016 ini hasil kerjasama beberapa perkumpulan yang membantu acara peduli kasih, seperti Soroptimist International DKI Jakarta, Suara Hati & Lemonayd. Bukan hanya itu, bazar galang dana dari beberapa socialita & group perempuan kebayaku. Product yang dijual pun sangat beragam dari aksesoris, kain tenun, kaftan, kebaya, sampai kue kering untuk bulan lebaran.

Puncak acara pada tanggal 1 Juli 2016, diawali dengan presscon, talkshow kecantikan, talkshow bedah buku by Ichwan Thoha, lelang Y&D Setyohadi stylish painting dinnerware, Fashion Show by Barli Asmara, Batik Chic, May & June x Maudy Koesnaedy. Para Model yang turut berpartisipasi dalam kegiatan fashionshow diantara Elvira Devinamira (Putri Indonesia 2015), Karenina Sunny (Miss Indonesia 2009), Hilda Ruscono, Lisa Spenser, Nana Krit, Vera Rave, Femmy Brilliane, Soraya, Atiqah Hasiholan, Zuri, Rama Siska, Siska Anggraeni, Wancha, Sri Patriawati.

Pada acara konfrensi press, Yulie Nasution memaparkan bahwa event bazar ini sebagai penggalangan dana untuk menyantuni anak yatim piatu. Presiden Soroptimist International DKI Jakarta berkomitmen bahwa komunitasnya sangat mendukung kegiatan amal ini dan turut serta dalam bagian penggalangan dana melalui bazaar. 

Michael Joeng selaku perwakilan dari Applebee’s turut serta berpartisipasi dalam santunan anak yatim piatu sebagai fasilitasi kegiatan bazar dan santunan anak yatim piatu. Hadir putri Indonesia tahun 2015 yang menyampaikan kebahagiaannya karena turut menjadi bagian yang menggalang dana.

Setelah konferensi press, acara berlanjut dengan presentasi dari Ibu Happy Djarot Saiful Hidayat yang memaparkan tentang kebaya. Kebaya yang seiring dengan masuknya ajaran Islam, sehingga pada dasarnya hal tersebut menjadi bagian yang menunjukkan pada perkembangan zaman, sehingga kebaya menjadi bagian dari pakaian tradisional yang harus dilestarikan. Seiring perkembangan zaman, kebaya bisa dimodifikasi dengan perkembangan trend pakaian sekarang.

Berlanjut dengan talkshow bedah buku Ichwan Toha, yang memaparkan bukunya yang lifestyle dan fashionable. Ichwan Toha pun langsung mempraktekkan cara berpakaian dengan syal sebagai contoh dalam penggunaanya pada berbagai suasana.    

Semakin seru dengan pagelaran busana oleh para model yang memamerkan pakaian Fashion Show by Barli Asmara, Batik Chic, May & June x Maudy Koesnaedy. Event berikutnya pelelangan Y&D Setyohadi stylish painting dinnerware untuk dilelang sebagai pengumpulan dana santunan bagi yatim piatu. Sesi tawar menawarkan pakaian ini sangat seru, karena penawaran yang tertinggi menjadi pemilik pakaian, dan dananya disumbangkan. Ada tiga pakaian yang dilelang, dengan mendapat capaian lelang dari Rp.5.000.000 sampai Rp.10.000.000.

Sesi berikutnya berlanjut dengan dengan bermain bersama anak yatim piatu, yang dipandu oleh Martha Simanjuntak dan Femmy Brilliane dari Soroptimist International DKI Jakarta. Bermain bersama anak-anak yatim piatu dengan menyajikan permainan edukatif dan bergembira bersama. Bukan hanya bermain, anak-anak pun mendapatkan hadiah dari setiap permainan. Serunyaaa…    
  
 
Tujuan dari kegiatan ini semua adalah mengadakan galang dana yang hasilnya akan didonasikan kepada anak-anak yatim piatu dalam bidang pendidikan. 


Penulis: Yulia Rachmawati


Senin, 25 April 2016

IWITA Bincang ‘Perempuan Melek Teknologi’ di Studio 9, TVRI

Kemajuan teknologi komunikasi telah memberi peranan dalam pertumbuhan media massa, baik media cetak, elektronik, maupun online. Ketiga jenis media tersebut bisa saling bersinergi dalam membangun dan mengembangkan pengetahuan dan teknologi pada masyarakat Indonesia.

Tak dapat dipungkiri, Masyarakat Ekonomi Asean telah menjadi tantangan bagi kita untuk terus berkemajuan dan berupaya menyelaraskan pengetahuan dan teknologi kepada segenap masyarakat di berbagai pelosok wilayah Indonesia.


Martha Simanjuntak dan Riffa Juffiari (Founder IWITA)

IWITA (Indonesian Women IT Awarness) sebagai organisasi yang konsen dalam kesadaran informasi teknologi bagi perempuan, turut serta berperan dalam menyebarkan kesadaran IT. Pengetahun dan wawasan IT sangatlah penting, karena dengan hal tersebut kita dapat memanfaatkan IT dengan sebaik-baiknya. Salah satu yang sedang berkembang pesat adalah internet. 

Senin, 11 April 2016, IWITA hadir di Studio 9 TVRI dalam program “Nyok Cari Tahu” dengan tema Perempuan Melek Teknologi Bersama IWITA. Hadir founder IWITA, Martha Simanjuntak SE. MM  dan Riffa Juffiari SS, MM, dengan gamblang keduanya menjelaskan perkembangan TIK di Indonesia. 


Martha Simanjuntak & Riffa Juffiari (Founder IWITA) dan Citra (host TVRI)

Dialog yang terbagi tiga sesi ini memaparkan bahwa sekarang ini, masyarakat Indonesia sudah banyak yang menggunakan internet. Perkembangan internet dapat menghilangkan hambatan jarak, waktu, dan ruang, sehingga membantu penyerapan informasi dan komunikasi. Internet digunakan masyarakat untuk berkomunikasi, ini merupakan pola baru dalam berkomunikasi dimana dengan internet dapat menjawab kebutuhan manusia untuk dapat berkomunikasi secara luas tanpa batas wilayah, cepat dan efisien. 

Bincang IWITA di TVRI, Perempuan Melek Teknologi
 
IWITA sangat mengedepankan kesadaran dalam penggunaan internet. Internet bisa menjadi pembelajaran dan pengembangan bagi perempuan. Teknologi bisa menjadi tempat wirausaha perempuan. Salah satunya para blogger perempuan, mereka turut serta dalam perkembangan teknologi. Tidak heran bila ada riset yang menunjukkan bahwa pengguna internet tertinggi adalah perempuan begitu juga dalam penggunaan sosial media khususnya Facebook, kebanyakan adalah perempuan. Dalam hal ini terlihat bahwa perempuan sudah mulai ‘aware’ terhadap teknologi namun pemanfaatannya masih belum maksimal. Kenyataan di lapangan, bahwa perempuan kebanyakan sebagai hanya sebagai object dan dampak negatif dari Teknologi itu sendiri kebanyakan dialami oleh perempuan.

IWITA telah melakukan riset di beberapa kota besar dimana ditemukan tentang isu gender dan isu teknologi sebagai berikut:

Gender Issue
Technology Issue


Internet bukan hanya dapat digunakan untuk bisnis tetapi juga dalam pengembangan pada pemanfaatannya untuk sharing pengetahuan atau keahlian. Perempuan dapat memanfaatkan teknologi secara maksimal. Diantaranya, perempuan bisa terlibat dlm mempromosikan desanya, baik wisata dan potensi desa. Namun demikian, tetap saja dibutuhkan awarness dalam berinternet. IWITA mengedepankan edukasi dalam pemanfaatan teknologi. Tantangan utama teknologi pada perempuan itu persepsi. Persepsi bahwa teknologi itu susah atau menakutkan perempuan, itu menjadi tantangan tersendiri bagi IWITA. 

IWITA, Studio 9 TVRI

Belum lagi dengan isu-isu teknologi yang dihadapi, seperti infrastruktur dan cyber crime (kejahatan online). Secara infrastruktur, masih ada kesenjangan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Adapun cyber crime sebagai dampak negatif bagi yang kurang waspada atau hati-hati terhadap kejahatan dunia maya. 

IWITA, Studio 9 TVRI

 Dengan demikian, diperlukan integrasi penggunaan TIK yang mendidik bagi seluruh lapisan masyarakat. Televisi bisa menjadi salah satu media yang mengabarkan dan menyebarkan edukasi pemanfaatan TIK untuk pemberdayaan Perempuan. Semoga diskusi ini membantu dan membawa dampak positif masyarakat Indonesia, terutama perempuan dalam berkesadaran pada penggunaan internet.